Hari Raya Nyepi Tahun Saka1941 Buana Agung Lan Buana Alit - Lascarya

Post Top Ad

Monday, March 4, 2019

Hari Raya Nyepi Tahun Saka1941 Buana Agung Lan Buana Alit

Hari Raya Nyepi dalam arti lebih luas dimaknai sebagai perayaan pergantian Tahun Saka  dengan keheningan. Hening Nol. Nol dalam konsep Hindu tidak selalu berarti kosong, hampa. Nol tak mesti harus berarti habis. Pada saat Nyepi umat Hindu di Bali ingin berada di “Wilayah Nol”. Ia ingin merasakan hening, menikmati kesendirian, menikmati ruang tanpa batas untuk menemukan jati diri.





 Kearifan datang dari keheningan. Lihat dan dengar saja…. biar keheningan yang menjadi pembimbing. Pada Hari Raya Nyepi ini tidak ada perayaan dengan kemeriahan pesta ataupun ramai-ramai pergi ke Pura, untuk melakukan persembahyangan, seperti pada Hari Raya umat Hindu lainnya. Pada Hari Raya Nyepi tidak ada upacara agama, tidak ada kegiatan apapun yang menimbulkan kebisingan, karena sesuai namanya Nyepi adalah harapan untuk menciptakan suasana sepi di seluruh jagat Bali . Hening nol inilah yang sesungguhnya tersedia setahun sekali di Bali ketika Nyepi. Nyepi, sejatinya adalah hari suci yang mengajarkan pada manusia untuk menghayati makna tiada, agar bisa merasakan segala sesuatu yang pernah ada, agar sanggup membaca kembali perjalanan yang telah lewat. Kesuksesan dan kegagalan adalah romantika hidup. Semua bisa dihayati dalam wilayah hening nol. Tempat bagi siapa saja untuk meresapi seperti apa hidup tanpa beban. Semua harus didiamkan, diendapkan,ditelaah, ditelisik, agar kekeliruan lebih nyata terlihat, kekurangan yang remang-remang semakin jelas, dan yang tersembunyi akan terangkat kepermukaan. Dengan begitu memperbaikinya kearah kepatutan kian terbuka nyata. Hening dan nol, sesungguhnya adalah Sang Penuntun.

Alam akan berotasi dan berproses tanpa campur tangan manusia saat Nyepi, tidak dipaksakan sesuai keinginan manusia. Alam dikembalikan pada kemurnian dan harmonisasi yang alami,"

Dengan menghentikan seluruh aktivitas, maka akan mengurangi gas karbon yang dibuang ke alam. Alam beristirahat, udara bersih maka akan berdampak pada kualitas kehidupan manusia.

"Saat Nyepi, manusia dan semesta sama-sama mencari keseimbangan dan memperbaikinya diri dalam relasinya, sebab jika manusia rusak alam pasti rusak, sebaliknya jika alam rusak pasti manusianya juga rusak. Di sanalah letak keseimbangannya,

1 comment:

Terima Kasih Tuhan...
Selalu Bersyukur dalam semua keadaan
Lascarya

Post Top Ad