Tari Rejang Renteng Filosofi - Lascarya

Post Top Ad

Wednesday, February 13, 2019

Tari Rejang Renteng Filosofi


Tari Rejang Renteng adalah sebuah tarian kesenian rakyat Bali yang ditampilkan secara khusus oleh perempuan dan untuk perempuan. Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah. Biasanya pagelaran tari Rejang Renteng diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan Hindu Dharma.
Tidak diketahui secara pasti kapan tari Rejang Renteng itu ada, dan siapa penciptanya. Tari Rejang mempunyai arti penting bagi masyarakat penyusung Pura. Rejang adalah satu simbolis tarian bidadari di surga dimana tari Rejang Renteng tergolong dalam tari wali, (khusus di pentaskan hanya pada saat wali/ upacara).

Tari Rejang Renteng memberikan makna kepada semua orang yang ada di bumi ini untuk melepas ego pribadi. Setiap orang harus mencapai bagian terbaik dan harus menyamakan ritme dengan orang lain di lingkungannya, tanpa ada rasa iri dan dengki, tanpa saling mendahului (tanpa persaingan), sehingga menjadi pribadi penuh kasih dan siap saling membantu menuju jalan yang diberkati Tuhan.

Pada bagian gerak Tari Rejang Renteng, selalu memberikan makna sebagai sarana untuk menghubungkan diri dengan Sang Maha pencipta. Gerak utama pada tarian ini disebut Nyalud dan Ngelung. Nyalud adalah gerak tangan yang mengarah kedalam dengan kedua lengan menutup dan membuka di depan dada dan posisi kaki secara bergantian kanan dan kiri berada di depan. Sedangkan Ngelung adalah gerakan merebahkan diri ke kanan dan ke kiri disertai satu tangan lurus ke samping dan satu menekuk ke arah dada. Pada bagian akhir pada tarian ini dinamakan memande, yakni gerakan dalam bentuk melingkar (renteng), di mana para penari memegang selendang penari lainnnya yang ada di depannya membentuk lingkaran yang tak putus.

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih Tuhan...
Selalu Bersyukur dalam semua keadaan
Lascarya

Post Top Ad